
Qadha dan Qadar
February 15, 2008Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sesungguhnya ditetapkan dan ditentukannya seseorang bahagia atau celaka, tidak menafikan bahwa ia menjadi orang yang beruntung atas amal-amal shaleh yang telah ia lakukan. Atau seseorang menjadi orang yang celaka atas amal-amal jelek yang pernah ia lakukan. Karena sesungguhnya Allah SWT telah mengetahui segala perkara dengan segala kondisinya dan begitu juga, Allah telah menetapkannya.
Hadits dari Imran bin Husain r.a., “Sahabat bertanya ‘Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui penghuni surga dan penghuni neraka?’, Rasulullah SAW bersabda, ‘Ya’. Sahabat bertanya lagi, ‘Kalau begitu untuk apa amal dilakukan?’, Rasulullah SAW menjawab, ‘Segala sesuatu akan dipermudahkan berdasarkan pada dan untuk apakah ia diciptakan?’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Barangsiapa yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bahagia, maka baginya kemudahan untuk beramal saleh yang dapat membuahkan kebahagiaan. Dan barangsiapa yang celaka, maka baginya kemudahan untuk beramal buruk yang dapat membuahkan kecelakaan. Kedua golongan akan dimudahkan berdasarkan maksud dan tujuan dia diciptakan.
Hadits dari Ali bin Abi Thalib r.a., “Ketika aku mengiring jenazah dan di kuburan itu ada Rasulullah SAW. Lalu beliau duduk dan bersamanya sebatang tongkat. Kemudian Rasulullah menghentakkan tongkat itu ke tanah dan bersabda, ‘Setiap jiwa yang bernafas akan ditentukan oleh Allah SWT, apakah ia mendapat kecelakaan atau kebahagiaan’. Ali berkata, ‘Seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah! Mengapa kita tidak menungu ketentuan kita dan meninggalkan amal ibadah?’. Rasulullah SAW bersabda,’Barangsiapa yang termasuk ke dalam golongan yang mendapat kebahagiaan, maka sudah pasti ia akan dimudahkan untuk melakukan amal kebahagiaan. Begitu juga barangsiapa yang termasuk dalam golongan yang mendapat kesengsaraan, maka sudah pasti dia akan dimudahkan untuk mengantarkannya kepada kesengsaraan’. Beliau bersabda lagi, ‘Laksanakanlah amal, karena segala sesuatu itu akan dipermudahkan oleh Allah berdasarkan untuk apa dia diciptakan’. Adapun golongan yang mendapat kebahagiaan akan dipermudahkan jalannya untuk melakukan amal golongan yang mendapat kebahagiaan. Dan golongan yang celaka akan dipermudahkan jalannya untuk melakukan amal yang mengantarkannya pada kesengsaraan. Lalu Rasulullah SAW membaca ayat yang berbunyi, ‘Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.’(al-Lail[92]:5-10)”
Wallahua’lam bisshawab.
(Disadur dari buku: Amalan Hati karya Ibnu Taimiyah)

[...] jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha [...]